Go Back

Komitmen Tinggi Kota Mataram Terhadap Terwujudnya Kota Cerdas (Smart City)

 

 

Setelah diluncurkannya Mataram Smart City pada 31 Agustus 2017 lalu, Pemerintah Kota Mataram bertekad menerapkan 6 (enam) komponen Smart City yaitu Smart Governance, Smart Living, Smart Society, Smart Economy, Smart Branding dan Smart Environment, yang secara berkesinambungan melakukan beberapa terobosan dan kegiatan sebagai tindak lanjut dari program tersebut.

Tekad ini didasari atas keinginan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memungkinkan masyarakat berinteraksi dan turut andil dalam pembangunan. Hal ini sejalan dengan Kota Masa Depan Indonesia yaitu Kota Berkelanjutan dan Berdaya Saing 2015-2045 yang salah satu pilarnya yaitu Kota Cerdas yang Berdaya Saing dan Berbasis Teknologi, sejalan dengan kerangka Pembangunan Global yaitu menciptakan perkotaan dan permukiman yang inklusif, aman, berdaya tahan dan berkelanjutan.

Pada tahun 2019 ini, Kota Mataram terpilih sebagai salah satu dari 75 (tujuh puluh lima) Kota/Kabupaten yang telah menerapkan Program Smart City. Evaluasi Program Gerakan Menuju 100 Smart City Tahap II telah dilaksanakan pada 4-6 November 2019 yang lalu di Balai Sudirman Jakarta, di mana Kota Mataram telah melakukan evaluasi Smart City, yang menjelaskan kondisi perkembangan implementasi program sesuai dengan masterplan smart city, dan penggunaan serta pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam rangka pembangunan smart city.

Salah satu indikator penilaian evaluasi smart city adalah keikutsertaan dalam pameran pencapaian implementasi smart city, di mana Kota Mataram merupakan salah satu kota yang ikut serta dalam pameran tersebut, yaitu dengan menampilkan kemajuan masterplan smart city di Kota Mataram.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram Drs. I Nyoman Suwandiasa, MM  yang juga sebagai Ketua Tim Evaluasi Smart City Kota Mataram dalam pemaparannya menyampaikan 4 (empat) dimensi evaluasi pelaksanaan smart city, yaitu dimensi Baseline, Output, Outcome dan Impact, di mana setiap dimensi adalah hasil perkembangan secara riil yang telah dilaksanakan. Dimensi Outcome adalah yang paling menonjol karena menampilkan implementasi dari 6 (enam) komponen smart city. Salah satunya yaitu smart Government yang menampilkan kemajuan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yaitu aplikasi cek resi secara online. Sedangkan untuk smart living menyajikan data kemajuan dari program Gema Cermat dari Dinas Kesehatan dan beberapa aplikasi dari RSUD Kota Mataram yaitu SIMRS, PSC119 dan e-reservasi. Tidak ketinggalan pula program SIPPAMAN dari Dinas P3A yang langsung dipaparkan oleh Kepala Dinas P3A Drs. Dewi Mardiyana, MM.

Ketua dari Tim Evaluasi dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram untuk sungguh-sungguh melaksanakan program quick win masterplan smart city, sehingga didapat kemajuan dan perkembangan sampai dengan saat ini. Beberapa catatan yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan program quick win masterplan smart city dan dampaknya supaya bisa dirasakan secara luas oleh seluruh masyarakat di Kota Mataram . (Humas)